Rabu, 16 Oktober 2019 

Percaya Diri, Kunci Menjadi Ahli Di Persidangan

23/06/2009 – 15:09

BPK - RI

PALU, HUKUM HUMAS —

Apakah kunci sukses bagi seorang pemeriksa ketika diminta menjadi ahli di persidangan? PD atau percaya diri jawabannya. Hal tersebut terungkap dalam Diklat Teknik Beracara dan Pemberian Keterangan Ahli yang diadakan oleh Sub Bagian Hukum dan Humas, di Aula Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah BPK RI, Senin (22/6) kemarin.

Menurut salah satu pemateri dari Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Nasrum, S. H., M. H., kebanyakan orang jika diminta memberikan keterangan ahli di pengadilan umumnya takut dan menjadi tidak percaya diri, tidak terkecuali orang dengan latar belakang ilmu hukum. Apalagi jika hal tersebut merupakan pengalaman pertama kali. Untuk mengatasi masalah tersebut, seseorang harus punya kepercayaan diri yang tinggi selain mempunyai bekal pengetahuan tentang teknik beracara yang cukup.

“Jika kita diminta untuk memberikan keterangan ahli di pengadilan jangan takut. Percaya diri saja. Bapak ibu diminta hadir sebagai ahli di pengadilan karena dianggap menguasai bidang yang bapak ibu geluti, jadi tidak perlu khawatir,” ujar Nasrum dihadapan peserta diklat.

Pemeriksa yang memberikan keterangan ahli juga harus menguasai permasalahan yang sedang disidangkan, jika perlu bawalah data pendukung seperlunya. Jawablah pertanyaan hakim, jaksa maupun pengacara dengan mantap penuh keyakinan dan jangan plin plan. Seandainya pemeriksa tidak mengetahui tentang sesuatu hal yang ditanyakan oleh hakim, jaksa maupun pengacara jawablah tidak tahu dan jangan pernah sekalipun berbohong.

Diklat Teknik Beracara dan Pemberian Keterangan Ahli di Pengadilan diikuti oleh pemeriksa di lingkungan Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah BPK RI dan dibuka oleh Kepala Perwakilan, Dadang Gunawan, Senin (22/6), di Aula Perwakilan.

Diklat yang berlangsung sampai Rabu (24/6) ini menghadirkan pemateri antara lain dari Fakultas Hukum Universitas Tadulako, Pengadilan Tinggi Provinsi Sulteng, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulteng dan Konsultan dari Jakarta yang sering diminta menjadi ahli di persidangan, Deddy Eriantono, S . E., M. Sc., Ak., CFE. (rsk)

BPK - RI